DISRUPSI: Dinamika kehidupan Masyarakat Mentawai di Tengah Modernisasi
LIPI Press
 
Field Value
 
Nama OBS DISRUPSI: Dinamika kehidupan Masyarakat Mentawai di Tengah Modernisasi
 
Penulis Satria, Rengga; jakarta photo project
 
Subjek studi
budaya
kreatif
kartun
kartunis
kokkang
gojek
gojlok
momong
 
Deskripsi Sejak 6 dekade lalu, pemerintah berupaya melenyapkan kepercayaan masyarakat Adat Mentawai, Arat Sabulungan.
Pembakaran peralatan dan perlengkapan adat hingga penangkapan Sikerei dilegalkan dalam SK No.167/PROMOSI/1954. Tujuannya satu, menghapuskan kepercayaan Arat Sabulungan dan memaksa masyarakat adat Mentawai memeluk agama yang diakui pemerintah.
Namun banyak pihak menilai, hal itu hanya akal-akalan untuk mengalihfungsikan 601.135 hektar daratan Mentawai yang sebagian besarnya merupakan hutan untuk dijadikan “tambang” investasi pemerintah.
Hutan yang selama ini menjadi “kiblat” Arat Sabulungan akan mudah dikuasai jika masyarakat adat Mentawai memeluk kepercayaan lain dan menjadi modern.
*****
Since 6 decades ago, the government has tried to eliminate the belief of the Mentawai Indigenous people, Arat Sabulungan.
Combustion of custom tools and equipment until Sikerei’s arrest was legalized in Decree No.167/PROMOSI/1954. One goal is to abolish the belief of Arat Sabulungan and force the Mentawai indigenous people to take a religion recognized by the government as their belief.
However, many parties believe that this is only a trick to transfer the function of 601.135 hectares of Mentawai land, most of which are forests to become “mine” for government investment.
Forests that have been the “Qibla” of Arat Sabulungan will be easily controlled if the Mentawai indigenous people believe in other beliefs and become modern.
 
Penerbit LIPI PRESS
 
Tanggal 2020-09-25
 
Tipe Book
https://www.youtube.com/watch?v=9w-tXyyTmUw
 
Format Digital (DA)
 
Nama Identifier https://e-service.lipipress.lipi.go.id/press/catalog/book/268
 
Sumber LIPI PRESS;